Cara Menulis Puisi
CARA MENULIS PUISI
Sebenarnya menulis puisi termasuk jenis keterampilan. Seperti halnya keterampilan yang lain pemerolehannya harus melalui belajar dan berlatih. Makin sering belajar dan makin giat berlatih tentu makin cepat terampil.
Dalam menulis puisi, yang pertama – tama dilakukan adalah menentukan tema. Tema adalah pokok persoalan yang akan dikemukakan dalam bentuk puisi. Agar lebih jelas perhatikan puisi yang ditulis Slamet Wahedi berikut ini
Dialog sepasang bunga
Aku anggrek
Lahir di tengah pengap hamparan biru langit
Dari sekerling matahari
Awan menyapu muka, meninggalkan gerimis – gerimis tua
Dan embun terasa bayangan maya
Sirna sebelum senja kukencani
Aku melati dan kau anggrek
Di tepian cakrawala pucuk kita meninju langit
Mengebuk – gebuk nafas angin dan
Bermimpi membangun riak sungai tua
Di antara tangkai – tang kai hijau
Kami anggrek dan melati bersemi
Membukakkan hari – hari yang kian suram
Yang kami harkati dengan bulan kami sendiri
Kami sepasang bunga tercampakkan
Seperti waktu luruh menyapa jiwa
(Horison,Agustus 2003)
Puisi di atas berjudul “Dialog Sepasang Bunga”. Judul yang cukup menggelitik. Bunga apa yang sedang berdialog dan apa yang didialogkan, begitu kita mungkin akan bertanya sebelum membaca puisi tersebut. Ternyata, bunga anggrek dan bunga melati. Peristiwa yang menimpa mereka (dua bunga itu) adalah kesuraman hidup, tercampakkan seperti waktu luruh menyapa jiwa. Menyatakan kesuraman hidup dengan menghadirkan sosok bunga memang menarik. Akan tetapi, benarkah Wahedi semata – mata sedang berbicara tentang bunga? Bisa ya bisa tidak. Yang jelas menimpa bunga atau bukan, pokok persoalan yang digarap dalam puisi itu adalah kemanusiaan : kelahiran yang pengap,kemayaan hidup,upaya melawan alam,mimpi tenyang sesuatu, tetapi enghadapi hari – hari suram. Demikianlah puisi meskipun menggunakan personifikasi dan simbol, pada dasarnya berbicara tentang manusia. Jadi tema puisi di atas adalah kemanusiaan.
Jika sudah menemukan dan menentukan tema yang akan ditulis menjadi puisi, kita perlu mengembangkan tema itu : hal – hal apa yang akan dikemukakan dalan puisi. Hal – hal yang sudah akan dikemukakan dalam puisi itu dapat dicari melalui pemikiran atau pengamatan. Secara mudah, misalnya kita akan menulis puisi yang berhubungan dengan kehidupan seorang anak kecil penjual koran yang harus membiayai sekolahnya sendiri. Setelah mennetukan masalah tersebut kita akan melakukan pengamatan di lapangan tentang kehidupan si penjual koran. Dari hasil pengamatan itu kemudian dipilih dan ditentukan mana yang akan diungkapkan dalam puisi.
Dalam mengungkapkan kata – kata ke dalam puisi diperlukan pemilihan kata – kata yang tepat, bukan hanya tepat maknanya melainkan juga harus tepat bunyi –bunyinya. Penyusunan kata – kata itu harus sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan estetis (indah). Selain itu, pendayagunaan majas harus diperhatikan agar puisi yang dibuat semakin baik.
(Sumber : Kesusatraan Sekolah oleh Asul Wiyanto)
CONTOH PUISI
Asa yang bersemayam
Tak ada keluh
Tak ada kesah
Dalam pengembaraan ini
Walau lara acap mendera hati
Walau jalan setapak ini kian mendaki
Yang ada Cuma kekeringan dan kesenyapan
Dari asa yang selalu melecut jiwa
Asa yang bersemayam di setiap kalbu
Pengelana semesta . . . . .
Kita akan melangkah
Kita akan terus melangkah
Kita harus terus melangkah
(Dani Ronnie M)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar